Kurangi Food Waste dengan Buah IQF: Solusi Pangan Berkelanjutan 2020
Masalah pemborosan pangan atau food waste telah menjadi isu lingkungan dan ekonomi yang mendesak untuk segera diatasi secara global. Sebagian besar sampah pangan berasal dari produk segar seperti buah-buahan yang cepat membusuk karena penanganan pasca panen yang kurang tepat atau rantai distribusi yang terlalu panjang. Salah satu upaya nyata untuk Kurangi Food Waste adalah dengan mengadopsi teknologi pembekuan cepat yang dikenal sebagai Individually Quick Frozen (IQF). Metode ini memungkinkan setiap potongan buah dibekukan secara terpisah dalam waktu singkat, sehingga tekstur, rasa, dan kandungan gizinya tetap terkunci sempurna seolah-olah baru saja dipetik dari pohonnya, tanpa risiko pembusukan dini selama masa penyimpanan.
Teknologi IQF bekerja dengan cara mengalirkan udara dingin dengan kecepatan tinggi ke potongan-potongan buah, yang mencegah terbentuknya kristal es besar di dalam sel buah. Hal ini sangat berbeda dengan pembekuan konvensional yang sering kali merusak struktur buah dan membuatnya lembek saat dicairkan. Dengan kualitas yang tetap terjaga, produsen makanan dan konsumen rumah tangga dapat menggunakan buah sesuai kebutuhan tanpa harus membuang sisanya. Fleksibilitas ini sangat membantu dalam menekan angka kerugian finansial akibat bahan baku yang terbuang sia-sia, sekaligus memberikan kemudahan akses terhadap buah-buahan musiman sepanjang tahun tanpa tergantung pada kalender panen tradisional.
Penerapan inovasi ini merupakan bentuk nyata dari Buah IQF sebagai pilar pendukung ekonomi sirkular di industri pertanian. Petani tidak perlu lagi khawatir hasil panen mereka akan terbuang saat terjadi kelebihan pasokan di pasar, karena buah-buahan tersebut dapat langsung diproses ke fasilitas pembekuan untuk disimpan dalam jangka waktu lama. Hal ini menciptakan stabilitas harga di tingkat petani dan memastikan ketersediaan pangan yang lebih merata di berbagai daerah. Penghematan energi juga dapat dicapai karena proses distribusi buah beku jauh lebih efisien dibandingkan mengirim buah segar yang memerlukan pengawasan suhu yang sangat sensitif dan risiko kerusakan fisik yang tinggi selama perjalanan.
Tahun 2020 menjadi momentum bagi banyak industri untuk mengevaluasi kembali dampak lingkungan dari proses operasional mereka. Kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem mendorong perusahaan untuk mencari alternatif pengawetan yang lebih alami dan berkelanjutan. Dengan menggunakan metode pembekuan cepat, kebutuhan akan bahan pengawet kimia tambahan dapat dihilangkan sepenuhnya. Konsumen saat ini jauh lebih cerdas dan cenderung memilih produk yang labelnya bersih (clean label), di mana hanya terdapat bahan alami tanpa zat aditif yang berbahaya. Keunggulan inilah yang menjadikan produk beku modern semakin diminati karena menawarkan kesehatan sekaligus kepraktisan dalam satu paket.
Sebagai bagian dari Solusi Pangan Berkelanjutan 2020, penggunaan buah yang diproses secara efisien membantu mengurangi beban pada tempat pembuangan akhir sampah organik. Gas metana yang dihasilkan dari sampah buah yang membusuk adalah salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca yang cukup besar. Dengan memperpanjang masa simpan buah melalui teknologi yang tepat, kita secara tidak langsung ikut berkontribusi dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Industri katering, perhotelan, hingga kafe mulai beralih menggunakan produk ini karena selain ramah lingkungan, produk ini juga membantu mereka dalam melakukan manajemen inventaris yang lebih akurat dan mengurangi biaya operasional akibat kerusakan bahan baku.
